Pendidikan di Indonesia selama ini lebih mementingkan aspek akademis tanpa menghiraukan akhlak dan moral. Hal ini bisa kita lihat di sekolah-sekolah dimana sekolah fullday school yang menawarkan program tentang akademis sangatlah diminati.orang tua lebih memilih menanamkan nilai akademis dari pada menanamkan nilai-nilai agama,sehingga tak jarang anak yang pandai suka dengan free seks dan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi hanya untuk mendapatkan Ijazah, bukan menambah ilmunya.
baru-baru ini ketika siswa SD/MI disebut-sebut sebagai Generasi Emas Indonesia barulah Pemerintah membuat program pendidikan berkarakter,, dimana nilai-nilai akhlak dan moral mulai di masukkan kedalam setiap mata pelajaran guna membentu generasi anti korup,, tapi apakah ini akan berhasil? hemat saya pendidikan berkarakter tak akan bisa berjalan tanpa peran masyarakat , lingkungan sekitar mereka tinggal juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang akhlak dan moral, media seperti TV, Koran juga internet sangatlah berperan dalam penanman akhlak dan moral, semuanya itu dalam satu lingkaran yang jadi faktor penentu suksesnya pendidikan.
Banyak contoh yang sangat berbahaya dalam tumbuh kembang anak seperti: daerah yang menjadikan minuman keras sebagai budaya ketika hari libur, hajatan bahkan selamatan desa, orang tua yang suka menonton sinetron atau acara-acara gosip ketika bersama anak-anak mereka. jadi sebenarnya pola hidup dan kebiasaan masyarakat lah yang perlu mendapatkan perhatian.
dan juga untuk menjadikan generasi emas Indonesia ini benar-benar bermoral orang tua harus sadar akan penanaman pendidikan yang bernuasa agama lebih tinggi, orangtua mempunyai tanggungjawab penuh terhadap anak-anaknya termasuk dalam hal pendidikan pembentukan moralitas. Mengingat saat ini, mulai merebaknya pengaruh budaya barat. Untuk itu, berikan pula pendidikan nonformal untuk membentengi anak-anak. Jangan beri celah masuknya budaya barat yang merugikan dan tida bermoral ke anak-anak kita hingga ke desa-desa.
Pendidikan pembentukan moral, perlu mendapatkan perhatian kita semua, sekolah yang memilki program keagamaan harus benar-benar didukung dan dikembangkan.Kita jangan larut dengan arus globalisasi. sekolah dengan pendidikan agama jadi pintu gerbang pejaga gawang, jadi jangan sampai kita kebobolan,dan pemerintah pun juga harus memfasilitasi pendidikan agama lebih banyak, nilai yang diujikan secara nasional harus ada mata pelajaran Agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar